March 13, 2013

Autumn Nocturne


Saya selalu memimpikan berada di tengah-tengah musim gugur. Menginjak dedaunan cokelat, dijatuhi guguran daun, menikmati secangkir cokelat hangat, dan menulis di bangku taman yang kotor akan daun-daun kering.

Obsesi saya masihlah sama. Saya ingin merasakan musim gugur di banyak negara.
Selain itu, saya juga seorang nocturnal. Tidak ada alasan khusus, tapi saya lebih suka terjaga di tengah malam dan melakukan hal tidak penting yang saya suka.
Saya biasa duduk disamping jendela, menulis cerita, sambil menggigil dingin karena angin tengah malam yang tidak main-main.

Saya suka ke balkon, mengamati langit meski yakin langit tetap sama baik itu saat tengah malam atau bukan.
Saya gemar mendengar lagu-lagu berirama lembut yang terkadang meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Yang mengingatkan saya akan keheningan malam dan angin yang bersepoi samar. Saya menamainya Nocturne, sejumlah lagu yang membawa saya ingin bangun di tengah malam lagi keesokan harinya.

Autumn dan Nocturne. Saya hidup bersama keduanya. Dan...saya masih juga terobsesi pada keduanya.